Just Reza Akbar

Terus Belajar Untuk Berhasil

Minggu, 08 Agustus 2010

Tips Membuka Usaha Baru

Sumber: http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/Peluang-Bisnis/?kid=10856
 
Berikut kami memberikan tips membuka usaha atau bisnis yang akan menjadi perwujudan diri anda sesungguhnya :
1. Gagasan usaha haruslah berasal dari diri anda
Perhatikan talenta, bakat, hobi dan minat anda : tidak ada yang lebih menyenangkan daripada melakukan sesuatu yang menjadi kesukaan.Pengalaman kerja : keahlian dan pengetahuan yang kita peroleh di waktu lalu akan sangat menolong kita memulai usaha sejenis di masa depan mis toko online atau butik online.
2. Miliki gagasan bisnis yang jelas. Gagasan bisnis anda harus memiliki focus, konkrit, mudah dikerjakan, telah diketahui kebutuhan pasarnya, pendanaan tidak terlalu besar hingga anda dibelit hutang dan terakhir setiap langkahnya harus sederhana untuk bisa dilakukan.
3. Masuki pasar dengan membawa perbedaan.
Anda dapat memasuki pasar yang telah ada dengan menawarkan sesuatu yang lebih berkualitas, unik dan memiliki nilai tambah. Sedikit nilai tambah dan keunikan usaha justru dapat menjadi perbedaan besar bagi usaha anda. cth pakaian wanita atau aksesoris wanita.
4. Carilah mentor, mitra usaha dan komunitas.
Pelajaran terbaik bisnis anda diperoleh melalui pengalaman, nasehat dan kegagalan pihak lain. Pengetahuan manajemen, keuangan, pemasaran dan masalah teknis akan lebih baik jika diperoleh dari mereka yang telah memiliki pengalaman terbang. Mentor, kemitraan, komunitas usaha atau asosiasi membuat anda lebih kuat menghadapi tantangan dan masalah ketika merintis usaha baru.
5. Mulailah dengan operasi berskala kecil.
Jangan percaya sesuatu yang besar selalu lebih baik. Usaha sehat justru adalah usaha berskala kecil yang kemudian mengembang, bukan usaha yang langsung dijalankan dengan skala besar. Usaha berskala kecil cth baju wanita, aksesoris wanita dll juga menjadi guru terbaik karena menjadi tempat belajar menangani masalah dari yang paling sederhana.
6. Jangan lekas percaya tawaran waralaba atau franchise serta keagenan.
Waralaba atau keagenan biasanya berarti suatu langkah yang terbukti untuk bisa dijalankan, adanya dukungan pemasaran dan pengakuan dari segi nama. Namun sebagai pembeli nama perlu waspada. Yakinkan anda telah melakukan penelitian dengan seksama sehingga anda tidak perlu membayar sesuatu yang dapat anda lakukan seorang diri.
7. Miliki etos kerja dan etos usaha yang baik.
Etos kerja dan usaha akan menentukan jalannya usaha anda ketika anda menghadapi kompetisi dan tantangan masalah. Etos kerja akan menyelamatkan anda dari berbagai penyimpangan dan kerugian.
8. Jalankan bisnis dan usaha selalu dalam kehendak Tuhan.
Mazmur mengatakan bahwa berkat Tuhan-lah yang menjadikan anda kaya dan susah payah tidak akan menambahi keuntungan. Selalu membawa usaha yang anda lakukan dalam doa dan terus merenungkan setiap kebenaran Tuhan akan membuat apa yang anda lakukan selalu berhasil dan anda akan selalu beruntung. 

Sabtu, 07 Agustus 2010

Menjadi PNS atau Berwirausaha, atau dua-duanya?

"Tarzan bertahan hidup di hutan, Kucing bertahan hidup di rumah. Bisa saja Tarzan memilih hidup di Kota, atau Kucing ingin kembali ke hutan" 

Apa yang  dapat Anda tangkap dari kata-kata di atas?
Saya adalah seorang sarjana dari FMIPA Universitas Tanjungpura. Saya lulus tahun 2009. Sebagai seorang sarjana, pastinya mencari pekerjaan adalah proyek selanjutnyta. Hanya saja cara bekerja yang dimaksud bisa bermacam-macam bentuk. Saya memilih berwira usaha karena ingin mengekspresikan kemampuan di suatu bidang tertentu dengan sebuah sistem yang saya ciptakan sendiri.
Memilih menjadi PNS biasanya terdorong karena adanya jaminan kepastian gaji dan dana pensiun. Selain itu, mungkin kerjanya yang "ngantor", agak lebih enak ketimbang kerja di lapangan.saya rasa ini merupakan perhitungan yang cerdik.
Memilih menjadi pegawai perusahaan swasta, biasanya termotivasi karena promosi jabatan yang lebih cepat dan gaji yang besar meskipun jaminan hari tua tidak ada, .beban kerja berat atau sewaktu-waktu bisa terjadi PHK.
Sebagai pengusaha pemula yang belum sukses, saya sering mendapat anjuran dari kakak dan orang tua saya agar mencari pekerjaan yang memberikan gaji yang lebih besar dari pada apa yang saya hasilkan dari membuka usaha saya saat ini. Mereka punya niat yang baik bagi saya dan begitulah pada umumnya orang-orang dekat Anda terhadap Anda. Hanya saja, entah mengapa saya belum bisa berpaling dari dunia saya. Saya senang "di sini"  dari pada "di sana". Dan seandainya setiap orang memahami kata-kata yang saya tulis ini:
"Tarzan bertahan hidup di hutan, Kucing bertahan hidup di rumah. Bisa saja Tarzan memilih hidup di Kota, atau Kucing ingin kembali ke hutan"
Maksudnya? saya yakin Anda mengerti. Setiap orang punya tempat yang nyaman baginya. itulah maknanya secara singkat.
Setiap orang punya pembawaaan masing-masing. Bisa berasal dari latar belakang keluarga atau lingkungan. Lalu setiap manusia punya tujuan. Selain itu, manusia mempunyai kondisi yang bermacam-macam. Nah, pembawaan, tujuan, dan kondisi pribadi inilah yang sebagian besar mempengaruhi seseorang untuk memilih bentuk pekerjaan
"Sulit luntuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan diri kita, Tapi kita bisa menyesuaikan diri dengan pekerjaan itu" Sebagaimana pepatah, "kita tidak bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa menyesuaikan layarnya"
Mengapa Berwirausaha?
Berwirausaha punya sisi kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah Anda bebas mengatur waktu yang Anda buat. Anda bebas mengatur bentuk pekerjaan Anda, kapan bertemu klien, asalkan dilakukan dengan baik dan disiplin. Namun, berwirausaha juga memiliki sisi kelemahan. Sebagai pengusaha pemula, saya sangat merasakan bagaimana wirausaha adalah sebuah dunia yang sulit. Sulit bukan berarti tidak bisa ditaklukkan. Pengusaha pemula biasanya terkenda modal. Modal ini biasanya yang menjadi kendala ketika Anda akan mengembangkan usaha Anda. Namun, tetap saja ada jalan. Selain itu, wirausaha penuh dengan tuntutan belajar. Tanpa belajar, pengusaha akan kalah saing. Belajar yang saya maksud adalah menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang bisnis yang digeluti dan pastikan Anda benar-benar menguasai bisnis ini.
Alangkah bagusnya
Ada sekarang kita temukan para karyawan apakah PNS maupun swasta yang juga mampu berwirausaha. Mereka memang tidak banyak, Tapi ada. Memang ini menambah beban kerja. Tapi ini adalah sikap yang sangat terpuji karena suatu usaha pasti membutuhkan tenaga kerja. Artinya ini adalah sebuah ibadah karena telah menyediakan sumber penghasilan bagi orang lain.
Fokus lebih baik
Saya sangat tertarik untuk bekerja di Instansi Pemerintah sesuai dengan minat saya. Saya berminat menjadi dosen. Hanya saja, miunat saya lebih cenderung menjalankan bisnis karena saya ingin:
  - Bebas waktu
  - Bebas finansial
  - Beramal

Sehingga saya memilih untuk fokus mengurus usaha saya. Bukankah melakukan sesuatu yang setengah-setengah hasilnya justru tidak baik? Namun, bukan berarti Anda menutup diri dari pekerjaan yang menghampiri Anda jika itu adalah peluang emas, sekalipun Anda "Digaji". Karena inti bekerja adalah kepuasan.

Keputusan, Jangan Asal Ambil


Saya yakin kita semua pernah ceroboh dalam memutuskan sesuatu. Anda mungkin pernah memutuskan membeli sebuah laptop second, tiba-tiba 3 bulan kemudian sudah bermasalah. Tentunya Anda menyesal. Padahal Anda merasa telah tepat dalam memilih laptop tersebut.
Ingat perasaan kita seringkali SALAH!
Sebuah keputusan yang kecil apakah dalam kehidupan sehari-hari atau bisnis, sekalipun kecil, namun sangat menentukan kondisi Anda di masa mendatang. Contoh sederhana akan saya ceritakan melalui pengalaman saya berikut ini.
1. Pada tahun 2005, saya memutuskan untuk mencoba berbisnis suvenir seperti baju kaos dan gantungan kunci. Baju kaos saya pesan di Pontianak. Sedangkan Gantungan kunci saya pesan di Bandung. Total modal yang harus saya keluarkan semuanaya berjumlah sekitar 6 juta rupiah. Apa yang terjadi? Desain baju yang dibuat oleh pihak percetakan kalah saing dengan baju-baju yang lain, dan harganya juga jauh lebih murah. Sedangkan desain gantungan kuncin yang didesain oleh percetakan di Bandung sangat kaku dan tidak diminati oleh konsumen. Saya rugi besar.
2. Pada tahun 2007 saya memperoleh uang yang lumayan banyak. Saya memang  belum berpengalaman soal mengelola uang. Tapi paling tidak, saat itu saya sudah duduk di bangku kuliah. Apa yang saya lakukan dengan uang tersebut? Saya putuskan untuk membeli sebuah handycam dengan alasan saya ingin menjalankan bisnis kecil dengan cara menyewakannya. Karena tidak punya pengalaman dan kurangnya belajar, Handycame itu pun akhirnya rusak dalam waktu kurang darim 1 tahun. dan Jelas, modalnya tidak kembali.
3. Baru-baru ini saya membeli mesin press (laminating) seharga 1 juta rupiah. Saya membelinya karena sebagai alat  bantu untuk melapisi kartu sebagai alat pembelajaran. Memang sebelumnya saya berfikir jika kartu-kartu yang dibuat dengan jumlah 1000 kartu, harus dilaminating semua, betapa besar biaya yang akan saya keluarkan. Tapi saya sudah tidak punya cara lagi. Saya putuskan untuk membeli. sekitar 7 hari setelah membeli, saya mendapatkan informasi baru bagaimana melapisi kartu tanpa harus dilaminating. So, Jelas sampai saat ini mesin laminating tidak saya gunakan. Saya rugi.
Apa dampak dari keputusan yang salah? Wow, sangat merugikan. Cerita saya di atas baru sebagian. Saya seringkali menderita kerugian bukan karena boros, atau tidak pandai mengelola keuangan, tapi salah dalam mengambil keputusan. Dampak pertama adalah menimbulkan rasa menyesal. Dampak berikutnya adalah habisnya modal untuk hal-hal yang tidak berguna.
Memang dalam menjalankan usaha, proses belajar memakan biaya yang tidak sedikit. Ya, belajar dari kesalahan. Jika dihitung-hitung, biaya belajar berbisnis yang sudah saya keluarkan lebih dari 10 juta rupiah. Membuat kesalahan aja bayar segitu mahal.
Ya begitulah resiko bisnis. Apa yang saya alami belum seberapa. Masih banyak orang lain yang membuat kesalahan  lebih besar. Namun, mereka mampu mengubah kesalahan mereka menjadi kejayaan. Itulah semestinya kita.
Ada sebuah pepatah China Kuno yang saya adopsi dari Bapak Andre Wongso; "Maju 7 langkah, Mundur 7 langkah, lalu putuskan"
Salam Sukses!

Jumat, 06 Agustus 2010

Bisnis, Jangan Lupa Promosi


Waktu saya pertama kali membuka usaha bimbel, saya mempromosikan lembaga saya dengan cara menyebarkan brosur ke rumah-rumah. Saya mengira itu sudah cukup. Selama 1 tahun, saya hanya menyebarkan brosur sebanyak empat kali. Hasilnya? Lumayan. Banyak siswa berdatangan. Di akhir semester 2 Bimbel kami bisa dikatakan hampir penuh. Namun di awal tahun ajaran, banyak siswa yang keluar. Penyebabnya, cukup banyak. Namun, sifat manusia yang paling sering timbul adalah rasa bosan.
Rasa bosan....adalah sifat manusia yang sangat manusiawi. Bagaimana pun pelayanan yang diberikan, sebagai pelanggan mereka pasti berkeinginan untuk mencoba produk lain. Walaupun memang diantara pelanggan yang ada, ada juga yang sangat setia.
Nah, selama 1 tahun lebih menjalankan usaha di bidang pendidikan ini, saya menilai kami kurang melakukan promosi. Anda bisa mnelihat sekarang bagaimana persaingan di bidang bisnis apa pun yang semakin ketat. Ketat dalam hal pelayanan, nama (branding), tarif, dan ketokohan pemilik. Untuk bisa bertahan, selain meningkatkan pelayanan, Anda jangan sampai lupa berpromosi dalam segala bentuk yang efektif.
setelah menyadari itu, saya mulai melakukan promosi yang cukup gencar. Walaupun hanya dengan menyebarkan brosur. Bentuk promosi yang dilakukan banyak sekali. diantaranya melalui surat kabar, brosur, spanduk, sosialisasi ke lembaga-lembaga, facebook, dan lain sebagainya. Hasilnya? Lumayan. Dan bisa dilihat hasilnya.
Ingat, sebaik apa pun produk yang kamu miliki, tanpa promosi...orang tidak akan tahu bahwa produk kamu berkualitas. So, Promosi adalah Ruh Bisnis! Bisnis apa pun!

Halangan Menjalankan Bisnis

Tantangan Menjalankan Bisnis dan Mengatasinya

Banyak tantangan yang akan muncul saat anda akan memulai bisnis dan masalah akan mengikuti anda saat menjalankan bisnis. Masalah yang harus Anda waspadai adalah pengaruh lingkungan. Berhati-hatilah. Lingkungan bisa berasal dari keluarga, teman, atau masyarakat. Kasus yang terjadi pada rekan saya adalah disebabkan ia berada pada lingkungan yang tidak tepat. Ia tidak pernah mendapat respon positif dari rekan-rekannya sehingga ide-idenya yang menyala-nyala akhirnya padam. Maka, berhatilah-hatilah dengan lingkungan. Bukan berarti kamu harus menjauh dari mereka. Ingat jumlah mereka sangat banyak. Yang perlu kamu lakukan adalah memperkuat mentalmu.
Memang masalah tidak bisa dihindari, hanya saja bisa dikelola sedemikian rupa sehingga masalah yang ada akan menjadi potensi anda untuk berkembang.
Saya akan mencoba memberikan gambaran tantangan bisnis dan cara mengatasinya, khususnya bisnis yang dimulai dari nol.
1. Mental
Mental yang saya maksud adalah kamu mengalami kendala dengan semangat, tidak percaya diri, kadang-kadang merasa ragu dan ditimpa perasaan negatif lainnya. Ingat, tidak percaya diri itu adalah pandangan kamu terhadap diri kamu sendiri. Sebenarnya orang lain tidak memandang kamu seperti yang kamu bayangkan. Memang ada sebagian rekan atau orang terdekat kamu yang memberikan penilaian negatif dan meremehkan apa yang kamu kerjakan. Justru, dengan hadirnya orang-orang seperti mereka lah kamu harus semakin bersemangat. Saya pernah dipandang remeh dan disuruh untuk memilih pekerjaan yang lebih baik dari apa yang saya kerjakan sekarang. Mereka berpendapat bahwa bisnis dari nol zaman sekarang sulit berkembang. Tapi dengan adanya mereka, saya semakin termotivasi dan ingin membuktikan bahwa saya bisa. Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa pikiran mereka mungkin benar kecuali untuk saya. Kamulah yang menentukan masa depan kamu sendiri, bukan orang lain! Sekali lagi, berhati-hatilah dengan lingkungan.
2. Modal awal. 
Nah, ini harus kamu miliki. Besarnya tidak sama untuk semua bisnis baru. Sebaiknya kamu membiasakan menabung dari sekarang. Jika keinginan bisnis kamu menggebu-gebu, mulailah sekarang. Kamu bisa meminjam uang kakak, adik, atau orang tua. Jika mereka tidak berkenan, maka saya sarankan kamu jual barang-barang yang kamu miliki misalnya Hand phone, emas, dan lainnya. Untuk Hp ganti dengan harga yang lebih murah karena tidak mungkin zaman sekarang seseorang tidak punya Hp, apalagi kamu adalah seorang pengusaha. Jika kamu tidak mempunyai barang dan uang tunai, maka saya sarankan kamu untuk mencari kerja sambilan terlebih dahulu atau menabung selama beberapa bulan dengan menyisihkan uang jajan kamu. Namun, jika bisnis kamu adalah berkaitan dengan internet, saya rasa kamu tidak perlu modal besar. Asalkan kamu sudah punya rancangan bisnis dan menguasai keterampilan yang dibutuhkan, kamu sudah bisa memulainya sekarang, bahkan detik ini kamu langsung bisa pergi ke warnet atau saat ini kamu sedang on line di rumah atau di mana pun.
3. Ambisius
Biasanya akan muncul keinginan yang sangat kuat dan optmis yang berlebihan untuk membesarkan bisnis sehingga mengeluarkan biaya yang sangat besar. Ini berakibat tidak baik untuk keberlangsungan bisnis. Sebaiknya kontrol ambisi yang berlebihan dengan tetap mengembangkan bisnis dengan cara-cara yang wajar dan kreatif. Perhatikan kemampuan keuangan kamu. Jika memang keperluan tersebut masih belum mendesak, tunda dulu. Berikan kesempatan hati dan fikiran kamu tenggang untuk menimbang-nimbang. Nah, kapan kamu boleh membuat keputusan yang besar? Jawabannya adalah setelah kamu yakin bahwa bisnis ini cocok untuk kamu, kamu mencintainya, dan sudah terlihat perkembangnnya. Sebagai contoh, saya ingin menyewa tempat kursus baru karena rumah kami sudah terlalu sesak menampung siswa. Namun, saya tidak langsung memutuskan untuk pindah dan menyewa tempat. Saya ingin melihat perkembangannya yakni apakah lembaga saya berhasil meningkatkan prestasi siswa. Jika sudah terbukti berhasil, saya yakin akan banyak pelanggan baru yang bergabung. Dengan begitu, saya yakin untuk menyewa tempat kursus baru karena dengan bertambahnya pelanggan berarti omzet meningkat.
4. Semangat Menurun. 
Sekalipun di awal usia bisnis kamu mendapatkan respon yang positif dari para pelanggan, bukan berarti kamu sudah bebas dari masalah. Seperti yang saya katakan, masalah menjadi sahabat sejati seorang pengusaha. Nah, banyak pebisnis pemula tidak sanggup melewati masa-masa krisis. Misalnya ketika terjadi stagnasi (bisnis tidak berkembang). Timbul rasa bosan. Dan akhirnya menimbulkan akibat yaitu
  • Semangat menurun drastis
  • Mengelola bisnis setengah hati
  • Berpandangan bahwa “bisnis ini” tidak menjanjikan
  • Mencari peluang bisnis yang lain
  • Berhenti dari dunia bisnis
Bagaimana jika ini terjadi? Ini sudah terjadi pada saya. Pernah suatu saat saya mengalami “patah semangat”. Saat itu perkembangan bisnis saya sangat lamban. Siswa di Bimbel tidak bertambah justru sebaliknya. Ditambah lagi bisnis TEBUSARI saya sedang krisis karena musim penghujan. Omzet kami anjlok. Bahkan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari tidak mencukupi. Sempat Terlintas di fikiran saya untuk berhenti dari bisnis tersebut. Hanya saja, ada rasa malu dengan saudara dan orang-orang di sekitar. Sudah banyak pengorbanan untuk membangun bisnis ini. Saya berusaha untuk bersabar. Saya berfikir sejenak. Saya mendengarkan CD-CD motivasi, membaca buku-buku dan mengingat kembali visi saya. Semuanya berubah, saya semakin semangat dan berhasil melewati masa krisis. Ingat, bisnis adalah pertarungan mental. Memperoleh ide dan semangat lebih sulit dari pada memperoleh modal.

Ide Bisnis

MENGASAH IDE BISNIS
Hampir semua orang berkeinginan berbisnis. Hanya saja terkendala dalam hal modal, waktu, dan lain sebagainya. Tapi, banyak juga yang tidak tahu harus berbisnis apa. Apalagi bagi seorang siswa berumur 15 tahun. Nah, untuk para siswa yang ingin terjun ke dunia usaha, hal pertama sekali yang kamu siapkan adalah mental. Kamu harus sadar bahwa tugas utama kamu adalah belajar. Bisnis di usia sekolah adalah dalam rangka mempercepat proses pembelajaran finansial, kematangan emosional, manajemen, tanggung jawab, dan pengembangan diri.
Ngomong-ngomong ide bisnis, itu dapat diperoleh dari buku, majalah, diskusi, dan sumber-sumber lainnya. Bentuknya bisa berupa hobi, bakat, atau melihat sebuah peluang yang potensial untuk digarap. Mengenai pilihan apa, itu saya kembalikan kepada kamu, asalkan sekolah/kuliah kamu tetap menjadi yang utama.
Beberapa hal yang mesti diingat dalam mencari ide bisnis adalah:
1. Tidak mesti baru
saya melihat sebagian dari kita selalu ingin menawarkan bisnis-bisnis baru, yang belum pernah ada di daerah itu. Alasannya adalah tidak ada pesaing. Misalnya, seorang mahasiswa (teman adik saya) membuat usulan rencana bisnis (business plan) yakni café cerdas. Ini merupakan bentuk baru dari café. Saya mendengar, café itu tidak berjalan dan tutup. Tidak adanya pesaing, bukan berarti keadaan aman-aman saja. Justru kamu menghadapi kendala bagaimana memperkenalkan produk baru yang kamu buat. Masalahnya justru terletak pada kesungguhan kamu.
Contoh kedua adalah FMIPA Untan mempunyai produk teh pasak bumi. Produk tersebut sudah dikemas dalam bentuk the celup, dan siap dipasarkan. Belum ada perusahaan yang memproduksi teh pasak bumi kecuali hanya FMIPA Untan. Teh tersebut sempat menjadi kebanggaan kampus kuning ini. Hanya saja, selama 7 tahun ini saya belum pernah mendengar produk tersebut masuk ke pasaran, bahkan pasar lokal sekalipun. Padahal produk tersebut berkualitas, baru, dan tidak ada pesaing.
Saat saya membuka Bimbel tahun 2009, sebenarnya bukan masa-masa yang baik untuk membuka Bimbel karena di Pontianak saat itu masa menjamurnya Bimbel adalah tahun 2007-2008.. Saat itu rekan-rekan saya dan banyak mahasiswa yang membuka Bimbel. Lalu pada saat saya membuka Bimbel (2009) rekan-rekan saya tidak begitu apresiatif karena apa yang saya lakukan biasa-biasa saja. Masa kejayaan Bimbel bisa dikatakan sudah lewat Saya ingin mengatakan bahwa saya punya keterampilan membuat yang biasa menjadi luar biasa. Ha…….!
Apa yang dilakukan rekan-rekan saya pada dasarnya adalah bisnis ikut-ikutan. Bimbel menjamur, ikut-ikutan buka bimbel. Saya tidak. Saya tahu ini adalah impian saya. Saya tidak sedang mancari uang tambahan. Saya tidak mencari pekerjaan. Saya buka bimbel--- bisnis yang biasa-biasa saja ini --- karena saya ingin melakukannya. Saya melakukannya karena saya ingin mensukseskan pendidikan dan sukses sebagai pendidik dan pengajar. Saya melakukannya dengan senang hati.
Lihat saja orang-orang yang sebagian besar orang Jawa, yang menjamur membuka usaha warung makan lamongan atau bakso. Usaha ini bukan bisnis baru. Tapi Tanya saja omset per harinya. Bisa jutaan rupiah.

2. Bisnis itu sederhana
Saya membuka Bisnis Bimbel dan Estebu. Keduanya bukanlah bisnis yang rumit. Mereka sederhana. Hanya saja, dalam keserhanaannya, kita juga harus berusaha membuat citra yang baik terhadap produk yang kita tawarkan. Misalnya, Estebu, saya menyediakan beberapa rasa minuman tebu, ada jeruk nipis, susu, rose, dan eskrim tebu sehingga konsumen mendapatkan sesuatu yang bernilai lebih dari apa yang biasa mereka dapatkan. Pada kenyataannya, bisnis itu sangat simpel. Masalahnya adalah bagaimana kita mengemasnya. Dan jangan lupa, PROMOSI!
Banyak orang yang bingung ingin berbisnis apa. Kalau ditimbang-timbang, “orang bodoh” lebih mudah berbisnis dari pada orang pintar (banyak mikir). Apalagi seorang sarjana, yang notabene memiliki pengetahuan yang luas, pikiran yang segar, dan semangat yang menggebu-gebu. Mereka cenderung berfikir sangat ideal sampai-sampai untuk membuka bisnis kecil saja butuh puluhan juta rupiah. Mereka menghitung sangat teliti dan ideal.
Saya sedang pusing (saat menulis bagian ini) karena saya berniat untuk memindahkan Bimbel saya ke tempat lain, tapi tidak punya modal. Saya sedang berfikir keras bagaimana caranya. Saya ingin mendapatkan lokasi bimbel baru tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Saya sedang mencari solusi. Saya tidak ingin berfikir terlalu keras dan rumit. Percuma saja, saya tidak punya cukup uang untuk menyewa ruko seharga 25 juta. Saya hanya perlu berfikir sederhana, bagaimana mendapatkan lokasi bimbel tanpa modal.
Bisnis tidaklah membutuhkan konsep yang rumit. Bisnis itu sangat mudah. Anda tidak mesti memeras otak ingin berbisnis apa. Anda cukup membuat sesuatu yang biasa menjadi unik dan lebih menarik. Contoh, ayam goreng. Kamu bisa membuka bisnis ayam goreng + nasi putih + kentang goreng yang disajikan dengan sambal saos. Tinggal kamu beri merek saja. Saya punya segudang ide bisnis di kepala saya. Saya tidak menjalankan bisnis baru. Anda tidak perlun bersusah payah. Anda tinggal membuat sesuatu yang biasa agar lebih menarik. Di tahap-tahap awal, Anda perlu membuat sedikit kesalahan dalam rangka belajar. Mulai saja dalam kondisi apa pun Anda.
3. Tidak mesti ideal
Saat saya membuka usaha TEBUSARI, saya menggunakan peralatan yang tidak baru, misalnya meja bekas, mesin second, dan beberapa alat yang memang sudah tersedia di rumah. Sekitar 3 bulan setelahnya, kami mengganti beberapa peralatan misalnya mesin, meja, dan beberapa alat yang penting dengan yang baru. Lalu pada saat saya membuka Bimbel, saya membukanya di dalam komplek, membuat desain brosur dengan apa adanya, pake fotocopi, dan desainnya yang kaku, spanduk kain, meja triplek, dan beberapa sarana yang bukan barang bagus dan baru. Setelah beberapa bulan, saya membuat meja belajar yang lebih bagus, memperoleh desain brosur yang lebih baik, mengganti spanduk dengan banner, membeli beberapa alat-alat lain yang penting. Sampai saat ini fasilitas di Bimbel saya cukup lengkap. Apa yang kamu miliki, manfaatkanlah. Tidak mesti ideal. Ideal adalah sebuah proses.
4. Tidak mesti butuh modal besar
Saya membuka usaha Bimbel hanya dengan modal 2 juta rupiah, membuka TEBUSARI dengan 4 juta rupiah uang tunai. Jadi, memulai bisnis bukanlah pada masalah pada besarnya modal. Modal hanya salah satu faktor saja. Yang penting adalah kesungguhan. Dengan modal awal 2 juta rupiah, Bimbel saya saat ini bisa berjalan dan cukup menghasilkan. Padahal untuk membuat sebuah bimbel ideal, butuh minimal 20 juta rupiah. Tapi saya bisa memulainya dengan 2 juta rupiah. Simpel kan? Selamat Mencoba!